Kamis, 04 November 2010

GEOKIMIA


GEOKIMIA


Contoh batuan yang dianalisis petrografi dan kimia diambil dari lava-lava G. Awu, terutama yang berada di sekitar puncak dan kawah. Lava-lava G. Awu dominan basaltik andesit, umumnya bertekstur porfiritik, pilotaksitik dengan fenokris plagioklas, piroksen, hornblende, dan mineral opak. Ada juga lava-lava bertekstur trachitik dengan fenokris olivin dalam masadasar mikrolit plagioklas, mineral opak, piroksen dan gelas. Jumlah fenokris dalam batuan berkisar antara 25 sampai 40% dari volume total batuan.
Plagioklas merupakan fenokris yang dominan dalam lava-lava G. Awu, juga didapatkan sebagai mikrolit yang berasosiasi dengan mineral opak, piroksen dan gelas sebagai penyusun masa dasar batuan. Berbentuk prismatik dari anhedral-euhedral, dengan ukuran panjang 0,1 � 3 mm. Didapat fenokris plagioklas yang menunjukkan gejala korosi diisi oleh mikrolit plagioklas dan gelas dalam bentuk mengikuti pola korosi tersebut. Berdasarkan pemadaman dari kembaran albit komposisi andesin � labradorit.
Sedangkan fenokris piroksen berbentuk prismatik dari anhedral � euhedral, ukuran panjang 0,2 � 2,4 mm, kembar sederhana dan polisintetik. Ada beberapa fenokris piroksen (augit) yang bagian tengah berubah menjadi mineral amfibol dari jenis tremolit � aktinolit.

Mineral olivin hanya didapatkan pada satu contoh lava sebagai fenokris berbentuk euhedral � subhedral, berukuran 1,5 mm, tersebar merata dalam sayatan. Sebagian olivin terubah menjadi iddingsit dan klorit.

Ada dua hornblende didapatkan dalam contoh lava, yaitu hornblende primer yang merupakan hasil pengkristalan langsung dari magma sebagai penyusun batuan, berbentuk  euhedral sampai subhedral, berukuran 0,3 � 2 mm. Sedangkan hornblende sekunder terdiri dari tremolit-aktinolit hasil ubahan uratilisasi augit oleh proses hidrothermal. Hornblende primer kadang-kadang berubah menjadi oksida bijih di bagian tepi mineral atau seluruhnya.

Mineral opak di dapat di semua contoh lava G. Awu. Umumnya sebagai masadasar berupa kristal anhedral. Juga didapat sebagai inklusi dalam mineral plagioklas dan piroksen di beberapa contoh lava. Sebagian lainnya mineral opak berasal dari hasil ubahan  mineral piroksen, hornblende dan olivin. Batuan calc alkaline G. Awu termasuk jenuh akan silika.
 
Data Analisis Kimia Elemen Mayor G. Awu.
Unsur
%  minimum
%  maksimum
SiO2
49,42
57,21
Al2O3
19,61
17,60
Fe2O3
0,80
0,86
FeO
7,88
7,73
CaO
11,20
6,94
MgO
5,43
4,26
Na2O
2,15
2,50
K2O
1,18
1,36
MnO
1,15
0,18
TiO2
0,85
0,88
P2O5
0,22
0,16
H2O
0,08
0,03
HD
1,54
0,13
Q
-
11,19
or
6,97
8,04
ab
18,19
21,15
an
40,37
32,79
di
11,33
0,50
hy
14,01
22,73
OL
4,36
-
nt
1,15
1,25
il
1,61
1,67
ap
0,51
0,37
Plag
69
61
Mgn
53.00
47.00

Komposisi kimia air kawah hasil pengambilan contoh air danau kawah G.Awu tanggal 7 April 2002 sebagai berikut :

Unsur
Awu - 1
Awu - 2
Satuan
PH
3,36
3,44
mg/l
Na+
1,56
1,25
mg/l
K+
0,60
0,60
mg/l
Li+
0,08
0,07
mg/l
Ca++
4,00
4,80
mg/l
Mg++
0,48
0,29
mg/l
Fe+++
0,00
0,29
mg/l
NH3
0,03
0,16
mg/l
As+++
1,80
1,11
mg/l
Cl-
3,42
3,42
mg/l
SO4=
19,27
19,47
mg/l
HCO3-
0,00
0,00
mg/l
F-
1.00
1.00
mg/l
B
0,21
0,21
mg/l
SiO2
10,10
14,26
mg/l
daya hantar listrik
190
210
mmhos/cm